LAPORAN HASIL PENGAMATAN
a. Tujuan : Menamati proses osmosis dan difusi pada kentang.
b. Alat dan Bahan :
Alat :
v 3 buah Gelas beker
v Pisau
v Timbangan
v Pinset
v Tisu
v Penggaris
v Spatula
Bahan :
v 3 buah kentang ukuran besar
v Garam denan ukuran 0,2 g;1 g; 4 g
v Eosin
c. Langkah kerja :
Ø Mengisi 3 buah gelas beker dengan air 200 ml.
Ø Menambahkan eosin ke dalam masing-masing gelas beker.
Ø Menambahkan garam 0,2 g pada gelas beker pertama, 1 g pada gelas beker ke dua dan 4 g pada gelas beker ke tiga.
Ø Mengaduk campuran eosin dan garam pada masing-masing gelas beker dengan menggunakan spatula.
Ø Mengupas kentang lalu memotongnya hingga membentuk seperti dadu dengan ukuran 2 cm x 2 cm.
Ø Menimbang potongan kentang tersebut dan mencatat berat awal kentang.
Ø Memasukkan 2 potongan kentang ke dalam masing-masing gelas beker dan mendiamkannya selama 10 menit.
Ø Mengangkat potongan kentang dan di keringkan denan tisu.
Ø Menimbang potongan kentang tersebut dan mencatat beratnya.
d. Rumusan masalah :
Ø Mana yang lebih berat, kentang sebelum atau sesudah di rendam?
Ø Jika terjadi lebih berat sebelum kentang di rendam. Mengapa hal tersebut dapat terjadi?
Ø Apakah warna eosin terserap oleh kentang? Mengapa bisa seperti itu?
e. Hipotesa :
Ø Berat kentang lebih berat sebelum di rendam ke dalam larutan garam. Hal ini sama seperti yang terjadi pada manisan dan pada acar.
Ø Warna eosin tidak terserap ke dalam kentang.
Data pengamatan :
| NO | Berat mula-mula | Berat kentang setelah di rendam | Keterangan | ||
| 0,2 gr | 1 gr | 4 gr | |||
| 1 2 | 10 10 X = 10 | 9,9 9,7 X = 9,8 | | | Warna tidak meresap |
| 3 4 | 10 9,8 X = 9,9 | | 9,4 9,6 X = 9,5 | | Warna tidak meresap |
| 5 6 | 10 9,6 X = 9,8 | | | 8,8 8,9 X = 8,85 | Warna tidak meresap |
g. Pembahasan :
v Dari hasil percobaan yang kami lakukan, kami menemukan bahwa berat kentang sebelum di rendam ke dalam laruta eosin yang bercampur dengan garam lebih berat di bandingkan berat kentang setelah di rendam. Hal ini di karenakan pada kentang telah terjadi proses osmosis yaitu keluarnya cairan di dalam kentang, yang menyebabkan berat kentang setelah di rendam lebih ringan.
v Kami juga menemukan bahwa pada beker ke 4 memiliki penyusutan berat kentang yang paling besar. Hal ini di karenakan pada gelas beker ke 4 memiliki jumlah garam yang lebih besar dari gelas beker pertama dank ke dua.
v Warna eosin tidak masuk kedalam kentang. Hal ini membuktikan bahwa kentang tidak mengalami proses difusi.
h. Kesimpulan :
Ø Pada kentang yang di masukkan ke dalam larutan garam mengalami proses osmosis yang di buktikan dengan berkurangnya berat kentang setelah di rngam ke dalam larutan garam.
Ø Pada proses osmosis semakin peka suatu zat maka semakin besar penyusutan berat zat yang tidak terlalu peka.
Ø Kentang tidaka mengalami proses difusi yang di buktikan dengan tidak meresapnya warna eosin ke dalam kentang.
__THISRES__64062.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar